Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan

FS vs FB



Betulkah FS (Friendster) sudah ketinggalan zaman dan sudah saatnya digantikan dengan FB (Facebook)?


Sekilas tentang Friendster dan Facebook
Sebenarnya situs perkenalan bukan hanya Friendster (FS) dan Facebook (FB). Namun saya akan mempersempit topik ke dua situs ini karena, menurut beberapa pengamat, kedua situs inilah yg paling diminati oleh para penggemar dunia maya.

FS booming pada sekitar tahun 2002 dulu. Situs perkenalan ini mulai menjadi trend tentang cara sosialisasi online dan menjadi cirihas dari masyarakat modern. Jonathan Abrams adalah seorang anak muda pendiri FS. Dengan idenya tersebut dia kini sudah menjadi miliader dengan keuntungan jutaan dolar.

Salah satu saingan FS, FB, didirikan oleh seorang anak muda juga. Namanya Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard berumur 23 tahun. Keuntungan miliaran dolar dengan cepat dia raih karena FB menawarkan fitur-fitur badu yang tidak ada di FS.

Pengalaman Penulis
Saya diperkenalkan pada FS oleh salah seorang murid sejak awal tahun 2009. Mula-mula sempat bingung, tapi lama kelamaan menjadi terbiasa dan senang juga mengenal berbagai karakter orang melalui FS. Banyak pengalaman,mulai dari koment yg tidak sedap (karena setting komentar tidak disensor) sampai dengan kiriman spam melalui HTML. Ada-ada saja emang kerjaan orang iseng.

Lagi-lagi disindir murid. Sedang senang-senangnya FSan, murid yang sama mengajak gabung ke FB, katanya "FS sudah tidak zamannya lagi,pak!". Benarkah? FB dianggap gaul dan lebih "zamannya" karena nongolnya sekarang. Coba kalau FB keluarnya dulu,gak lama setelah FS, pasti akan terjadi persaingan yg "sehat" antara keduanya. Setelah saya gabung di FB juga dan saya rasakan sendiri persamaan dan perbedaan keduanya, saya dapat menarik kesimpulan bahwa FB adalah new version dari FS.

Setelah sebulan penuh melakukan pengamatan,saya bisa simpulkan nilai plus dari masing-masing situs pertemanan itu:

Friendster:
1. Loading lebih cepat dari Facebook,meskipun dengan layout paling "rame" sekalipun!
2. Dapat ditambahkan layout yg beragam sesuai dengan "jiwa" masing-masing.
3. Banyak pihak ke-3 yang sudah bekerjasama dengan FS,sehingga dapat menambah variasi tampilan.
4. Bagi anak muda, FS lebih terasa sreg karena lebih bebas berekspresi. Bandingkan dengan FB yang pada umumnya adalah reunian para teman jadul sehingga sebagaian user menjadi jaim.
5. Bisa menambahkan gambar/photo/ emoticon dalam komentar yang kita posting.
6. Bisa melihat "tamu" yang berkunjung ke FS kita. Sehingga seringkali kita menambah teman lewat cara ini.

Facebook:
1. Tampilannya lebih sederhana,cocok untuk kalangan yang sudah berumur.
2. Tidak akan tiba-tiba dikejutkan oleh suara musik, seperti di beberapa layout FS.
3. Ada fasilitas chat (meskipun kebanyakan jarang sekali digunakan).
4. Gampang mengirim surat ke teman-teman,karena photonya akan tetap kelihatan. Coba bikin surat ke beberapa orang di FS, yang muncul hanya nama-namanya saja.
5. Kirim komentar lebih gampang,karena ada "Notification" di kanan bawah layar yang memberitahu kita (meskipun kadang-kadang sulit juga menemukan postingan yang sudah agak lama dan seringkali mengganggu kita juga ketika orang yang tidak kita kenal memposting komentar di teman kita, dan pemberitahuannya sampai ke kita).
6. Kalau kesal,tidak ada komentar, kita bisa ikutan kuis atau memainkan permainan yang ada, dan hasilnya bisa diposting di "wall" kita untuk memancing teman memberi komentar.
7. Mudah mencari teman,karena jarang sekali yang menggunakan nama samaran (tujuannya mungkin untuk menemukan teman-teman jadul).
8. Bagi para pengusaha, iklan terlihat lebih jelas.

Intinya FS dan FB tidak jauh berbeda. Dalam beberapa hal, FB memang lebih advanced, meskipun saya menganggap itu adalah "perbaikan" dari FS.

Sekarang saya melihat FS sedang dalam tahap perbaikan. Saya sudah mengikuti polling tentang itu di FS. Dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dalam polling tersebut kelihatannya dalam jangka waktu yang tidak lama lagi kita akan melihat wajah FS yang baru, yang bisa menyaingi kecanggihan adiknya, FB. Kita lihat saja.

Apa yang Akan Kamu Lakukan?

Apa yang akan kamu lakukan jika mengirim SMS "sayang-sayangan" tapi malah nyampe ke Boss??
(glek!)

Waspadalah Saat Chatting



Ada beragam tujuan orang menggunakan internet, dari hanya sekedar browsing (lihat-lihat), mencari2 jawaban dari rasa penasaran, berteman dengan orang lain, sampai dengan menipu. Yang akan saya bicarakan disini adalah penipuan yang saya alami akibat dari chatting di internet.

Chatting adalah salah satu cara bersosialisasi dengan orang lain di tempat berbeda. Sebagai mahluk sosial, kita selalu membutuhkan teman untuk berbicara dan menambah wawasan. Pembicaraan secara langsung atau melalui handphone mungkin sudah dianggap gaptek, meskipun lebih aman, tapi hanya bisa beberapa saat saja sedangkan chatting bisa ber jam-jam karena identitas kita (ID) bisa disamarkan.

Media chatting yg dulu adalah MIRC, dan mungkin sudah ketingalan zaman dengan adanya kecanggihan2 media yg lain. Sekarang sudah banyak tempat chatting untuk, ribuan mungkin jumlahnya. Salah satunya adalah di http://bergaul.com/ , tempat saya biasa chatting diasana dan memperoleh banyak teman yang notabene malah lebih akrab dari teman semasa SMP/ SMA dulu.


Banyak orang baik dan tulus mau berteman, tapi ada juga yang memanfaatkannya sebagai sarana kejahatan (dengan identitas palsunya). Dimanapun, apalagi dalam chatting, kita harus waspada karena teman yang kita ajak bicara kemungkinan tidak jelas identitas dan asal usulnya. Jangan pernah menyebutkan nomor HP, alamat lengkap,dll, sebelum kita tahu benar tentang orang tersebut.

Kadangkala, ketika teman chatting kita sudah akrab, kita lupa akan hal tersebut. Kejadian ini saya alami sendiri ketika saya ditipu oleh salah seorang teman chatting saya di Bergaul itu. Dulu, saya pernah kedatangan seorang "teman" yang meminta dijodohkan. Dia datang ke rumah saya dan sudah saya bantu. Eh, ternyata ujung-ujungnya malah minta uang. Apalagi ketika diketahui bahwa korbannya bukan saya saja. Saya sadar ketika dia sudah pergi lagi. Akhirnya saya melakukan pengecekan kesana kemari dan dapat dipastikan bahwa identitasnya adalah palsu!
Saya sudah laporkan ke masyarakat di sekitar saya karena bisa saja dia datang lagi. Dan, mereka siap "membantu" saya, apabila dia datang lagi.

Tulisan ini sudah menjadi draft sejak dulu, tapi baru bisa diposting sekarang. Bagaimanapun saya tetap menghormatinya sebagai (bekas) teman saya.

The Online Wars


Tulisan ini adalah sebuah pelajaran untuk berhati2 dalam berkata & bertindak.

Pernahkah Anda memanfaatkan salah satu fitur di yahoo yang bernama Yahoo Answers? Cobalah kalau Anda berani dan merasa mempunyai cukup intelektualitas dan keahliah dalam bidang tertentu. Yahoo Answers, selanjutnya sebut saja YA, adalah tempat Anda untuk sharing (berbagi) pemikiran bahkan berdebat dengan seseorang yang entah dimana tinggalnya, dari mulai hal rumah, politik, militer, pendidikan, kesehatan, bahkan sampai ke (debat) masalah Agama.

Saya mulai aktif di YA sejak tanggal 27 Januari 2009 dan sudah di Level 2. Itulah yang membuat orang2 semangat mengikuti YA, karena ada sistem poin itu. Apabila Anda menjawab 1 pertanyaan, maka poin anda akan bertambah 2. Apabila Anda bertanya, poin Anda dikurangi 5. Penambahan 10 poin adalah apabila jawaban Anda dipilih sebagai jawaban terbaik oleh penanya. Jadi, think first, act second (pikirkan dahulu baik2 jawaban Anda).

Pada mulanya saya berkonsultasi dan berbagi pengalaman di forum teknologi dan komputer serta pendidikan. Tapi lama kelamaan saya penasaran juga di forum Agama dan Kebudayaan. Nah, mulai serulah petualangan saya di YA.

Dalam forum itu, yang paling banyak berkonsultasi (atau lebih tepatnya "berdebat") adalah komunitas Muslin vs komunitas Kristen. Saling serang, saling tuding, dan saling membela diri.

Pegalaman pahit saya terjadi malam tadi (Rabu, 17 Januari 2009). Saya dan beberapa teman menjawab pertanyaan seseorang yg bernama the@weakness tentang "pembakaran gereja". Dia menyebutkan, ketika terjadi kerusuhan di Tasikmalaya, seluruh gereja dibakar dan dirusak. Sok tahu dia. Saya sendiri berada di Tasikmalaya ketika kerusuhan itu, dan tidak ada gereja yg dibakar. Yang ada hanya pembakaran 1-2 toko saja. Karena kesigapan aparat, kerugian lebih lanjut dapat diminimalisir.

Tapi
the@weakness ini tidak terima dan malah menambah komentar yang sangat menyakitkan. Dia berkata bahwa "muslim meninggalkan otaknya ketika masuk mesjid". Masya Allah..sebagai seorang muslim saya sangat tersinggung dengan ucapannya. Saya balas saja dengan mengatakan bahwa dia tidak intelek dan asbun (asal bunyi), suka memfitnah dan mengadu domba. Eh, apa yg terjadi, ternyata saya malah dilaporkan ke Admin YA. Akhirnya Account saya diblokir. Meskipun saya bisa mengajukan banding, tapi poin saya dikurangi 10. Sial, kenapa saya tidak melaporkannya terlebih dahulu? Oleh karena laporan itu, mungkin saya harus kembali lagi dari NOL, dengan ID baru. Tapi kata teman2 yg lain, saya tahu melalui imel, bahwa ID tidak akan diblokir, cuma dikurangi saja poinnya. Perjuangan demi menegakkan kebenaran agama Allah SWT memang berat.

Nah, itulah yang terjadi. Kebenaran Al-Qur'an terlihat disana; tentang hati orang2 kafir yang tertutup dan keinginan mereka untuk memurtadkan umat Islam. Selama pengalaman saya di YA, umat Islam tidak pernah memulai, "merekalah" yanga memulai. Kalau itu yang terjadi,
perang tidak terjadi di kehidupan nyata, perang juga terjadi di internet.

Selain di YA, banyak juga terjadi di forum2 lain, dan hati2lah kalau browsing, mereka menggunakan teknologi internet untuk menggoyahkan akidah. Ini adalah contoh situs mereka (Kristen) yang perlu diwaspadai:

http://mengenal-islam.t35.com/index.php

atau

http://www.faithfreedom.org/

Tapi alhamdulillah, faith-freedom Indonesia telah ditutup!

Lihat penjelsan wikipadia (sebuah "kamus" online tentang faith-freedom ini):
http://id.wikipedia.org/wiki/Faith_Freedom_International

kedua situs diatas bahkan mengaku2 sebagai situs "Muslim" hanya sekedar untuk mengelabui.


This is the Online Wars...face it for the sake of thruth!!
Ini perang di dunia maya...hadapilah demi sebuah kebenaran!!
Allohu Akbar !!!

Betulkah Blog Gratis?

Anda ingin membuat blog sendiri? Pikirkanlah baik2, terutama apabila Anda menggunakan Telkomnet Instant sebagai sarana koneksi internet Anda, karena pengalaman saya berkata lain.

Saya mulai membuat blog pribadi ini pada tanggal 9 Januari 2009 (919). Saya begitu banyak mendownload program, gambar, film, file, dll untuk beberapa keperluan, seperti untuk system security laptop saya dan mendownload beberapa filem lucu dari Youtube, serta untuk mempercantik blog saya. Sebetulnya untuk keperluan blog tidak terlalu expensive, cuma ya itu tadi, gara2 "kajongjonan" download akhirnya kena musibah.

Tahukah Anda berapa tagihan rekening telepon saya untuk bulan Januari 2009 lalu?

Jawaban Anda salah, yang benar adalah RP.1,3 juta! Ya, satujuta tigaratus ribu rupiah!!!!

Masya Alloh, saya jadi pusing tujuh keliling tentang bagaimana cara membayar tagihan ini. Haruskah saya korupsi, atau menjual diri? hehe...

Jadi, untuk para blogger baru. Jangan keenakan membuat blog (apalagi menggunakan fasilitas sendiri), hehe...

Hati-Hati Penipuan Berkedok PGRI




Hari Rabu, 28 Januari 2009 kemarin, saya yang saat itu giliran piket di sekolah (SMA Muhammadiyah 1 Kota Tasikmalaya) kedatangan dua orang tamu. Kedua orang tersebut bermaksud menjual buku Undang2 Sisdiknas seharga @ Rp. 150.000,- langsung kepada saya, untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah yang ada di lingkungan Kampus Muhammadiyah. Mereka mengaku sebagai utusan langsung dari Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, Bpk. Uun, untuk menemui saya sebagai Ketua PGRI Ranting Kampus Muhammadiyah.

Pada mulanya saya tidak menaruh curiga, dan berbasa-basi seperti biasa. Tetapi, ketika sekretaris saya, Bpk. Sujono, menanyakan perkembangan PGRI dan mereka terlihat gelagapan menjawab, akhirnya saya curiga juga. Saya pun berinisiatif menelepon bendahara PGRI Kecamatan Tawang dan salah seorang pengurus PGRI Kota Tasikmalaya. Mereka berdua menyatakan tidak tahu menahu dan tidak mewajibkan adanya penjualan buku, apalagi dengan harga semahal itu.

Saya pun meminta bukti tertulis berupa surat rekomendasi dari PGRI Kecamatan Tawang dan PGRI Kota yang -- sudah saya duga sejak semula -- mereka tidak dapat menunjukkannya. Akhirnya saya tolak secara halus permintaan mereka. Mereka pun dengan terburu-buru segera angkat kaki dari hadapan saya dengan agak sedikit "mengancam": nanti saya beritahu pa Uun, katanya.

Setelah mereka pergi, saya segera mengirim pesan singkat (SMS) ke beberapa teman guru di lingkungan Kampus Muhammadiyah mulai dari TK sd SMK, pokoknya semuanya saya beritahu supaya DITOLAK. Di SMA pun, saya berpesan kepada TU, apabila mereka datang lagi, sikat saja, hehe...

Sore harinya, saya berkomunikasi lagi dengan pengurus Kecamatan dan Kota, supaya informasi ini disebarkan dan ditindaklanjuti sehingga tidak ada korban penipuan lebih lanjut.

Alhamdulillah...lega rasanya karena tidak tertipu.

NB:
Ciri-ciri sang penipu:
1. Berjumlah 2 orang
2. Berumur sekitar 50 tahun
3. Berjeket hitam dan terdapat logo PGRI di dada kiri (logo PGRI bisa dengan mudah didapat di toko2 buku)

Apabila menemukan mereka, ajak bicara lebih lama dan beritahu polisi, biar tahu rasa dan tidak memalukan organisasi !!

Renungan untuk Musuhku!

18 april 2006

Atas nama balas jasa
Kamu khianati temanmu
Yang telah sangat berjasa padamu
Kamu permainkan lidahmu
Atas nama kebersamaan
Untuk siapa?

Atas nama perkumpulan
Atas nama kebersamaan
Atas nama setan!
Atas nama balas jasa
Untuk siapa?

Kamu peras rekan seperjuanganmu
Kamu permainkan lidahmu
Atas nama balas jasa
Untuk siapa?

Kamu gunakan kekuasaanmu
Demi roda bisnismu
Pengemis yang tidak pernah salah
Pengemis yang bertopeng kebersamaan
Untuk siapa?

Hanya orang bodoh
Hanya orang yang tidak mau tau
Hanya sedikit
Yang ada dalam genggamanmu

Aku
Yang tidak pernah bertopeng
Berani membuka topengmu
Aku muak
Balas jasa untuk siapa?
Kebersamaan untuk siapa?

Kebenaran ada disini
Buka topengmu, hapus mimpimu
Kamu!
Memperkaya dirimu sendiri
Dengan kekuasaan yang kau miliki

Perjalanan Hidup yang Aku Ingat (bagian 2)

1996:
Karena tidak masuk Universitas Negeri akhirnya mood kuiahku menurun. Adikku yang kebetulan bareng bersekolah denganku lebuh beruntung. Melalui PMDK, dia diterima di PGSD UPI Bandung. Tadinya dia akan mengalah karena aku ingin kuliah di Akademi Perbankan di Bandung, maklum gaji pensiun ibuku sebagai guru tidak cukup untuk membiayai kami kuliah. Tapi setelah aku renungkan semalaman, aku terima ajakan Kang Ade Daryanto, putra kakak ibuku. Aku diajak masuk ke Universitas Galuh – Ciamis (dulu STKIP Galuh). Selama setahun pertama kuliah, aku tak merasakan kebanggaan akan almamaterku. Maklum, sekolah tingi yang belum terkenal. Tapi setelah aku aktif di organisasi senat & menjadi pimpinan redaksi tabloid Bahasa Inggris Gen-City, aku mulai punya keyakinan bahwa this is the best for me. Hobi korespondensiku sejak SMP aku tinggalkan dan mulai mengenal e-mail.

2000:
Tahun ini aku menikah, tepatnya tanggal 12 Juli 2000. Nekad memang, belum lulus kok sudah menikah. Was that something wrong with us? Beberapa orang yang berfikiran negatif sering menanyakan itu. Tapi kami menikah karena didasari rasa cinta yang sudah lama, yang tidak ingin terjerumus ke dalam lembah dosa. Kami pacaran sejak tingkat satu. Bahkan di lingkungan Jurusan Bahasa Inggris, kami disangka sudah menikah sejak dulu. Selain alasan rasa cinta itu, ada seorang mahasiswa dari kelas karyawan yang mendekati pacarku. Akhirnya, ya gitu deh, nekad..

2001:
Aku lulus dari Universitas Galuh – Ciamis, dan anak pertamaku lahir dengan nama Zulva Fadillah Ma’ruf. Saat itu aku telah menjadi seorang guru honorer di SMP Muhammadiyah 1 Kota Tasikmalaya, dengan gaji Rp. 120 ribu. Bayangkan betapa tabahnya istriku ketika saat itu hanya aku beri Rp. 20 ribu per bulan. Terus terang, kami masih bisa bertahan karena masih mengandalkan bantuan dari ibuku tercinta. Terima kasih ibu.

2004:
Tepat pada tanggal 29 Desember 2004, pengumuman CPNS Dinas Pendidikan Kota Tasik dimuat di surat kabar. Alhamdulillah, aku lulus! Sedih sekali rasanya, karena pada hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun ibuku! Kami sujud syukur bersama, haru sekali saat itu. Andai ayah masih ada, aku bisa memperbaiki kesalahan pada saat SMAku. Aku bisa membuktikan pada dunia, bahwa lulusan swasta dapat menglahkan lulusan negeri!
Alhadulilah ya Alloh..

2007:
Kami mendapatkan berkah yang luar biasa di tahun ini. Pertama, anak ke-2ku lahir. Dia ku beri nama Ahmad Faqih Ma’ruf. Kedua, istriku diangkat menjadi PNS setelah sebelumnya menjadi Guru Bantu Sementara (GBS) Kota Tasikmalaya. Bahkan GBS aku pelesetkan menjadi Guru Bantu Sisanya, karena memang istriku adalah angkatan sisa (terakhir) dari guru bantu yang ada di Kota Tasik. Maklum, banyak intrik-intrik dalam pengangkatan GBS tersebut (insya Alloh, mungkin nanti akan dimuat dalam cerita tersendiri).

Perjalanan Hidupku yang Aku Ingat (bagian 1)


1977:
Sebuah permulaan dari kehidupan seorang Asep Zaeni Ma’ruf. Anak ke-4 dari 5 bersaudara yang dilahirkan dari orang tua yang kedua-duanya berprofesi sebagai guru SD. Ketika masih belum sekolah, aku diasuh oleh Aa Nanang, bi Entar, dan bi Marfu’ah (saudara dari ayahku) dan oleh teh Gayah, teh Etin, dan Kang Ade (saudara dari ibuku). Waktu itu kami tinggal tempat yang sekarang ada di belakang SD Galunggung Kota Tasikmalaya. Banyak dokumentasi disana, photo-photo ketika aku masih kecil dan bermain badminton bersama pengsuhku (Aa Nanang).

1982:
Gunung Galunggung meletus. Tidak terlalu banyak yang aku ingat karena saat itu aku baru berumur 5 tahun, kecuali saat kami mengungsi. Banyak debu beterbangan dimana-mana. Suasana gelap dan berdebu. Mengerikan, seakan mau kiamat. Tapi beberapa bulan kemudian sebuah kalender memuat photo kami sekeluarga sedang berjalan di tengah hujan debu. Aku yakin itu adalah keluargaku. Sayang, kalender kenangan itu tidak dapat aku ingat kemana “perginya”.

1984:
Hari pertama aku masuk sekolah di SD Negeri Citapen 1, tempat ayahku mengajar. Kesan pertamaku di sekolah sangat kurang menyenangkan. Orang tuaku melaksanakan kewajibannya mengajar dan aku ditinggal sendiri ketika teman-teman lain masih ditemani orang tuanya di jendela dan pintu kelas. Selain itu, kenangan hari pertama masih melekat secara fisik. Aku dicubit teman sebangkuku (Saeful Hadi) karena tidak mau meminjamkan penghapus untuknya. Tanda itu masih ada di telapak tangan kananku sampai sekarang.Prestasiku di SD alhamdulillah sangat bagus. Dari kelas 1 sd kelas 6 tetap ranking 2 (dua). Tidak pernah naik ataupun turun.

1990:
Karena prestasiku bagus, maka aku mudah masuk ke SMP Negeri 1 Kota Tasikmalaya. Pilihanku saat itu antara SMPN 1 dan SMPN 4. Alhamdulillah aku masuk ke SMPN 1, mengikuti jejak kedua kakaku (aa Zaenuddin Munawar dan teh Imas Masturoh). Bukannya sombong, tapi selama di kelas H, selama 3 tahun di SMP, rankingku tetap tidak berubah seperti ketika masih di SD.

1993:
Selepas SMP, aku melanjutkan ke SMA. Pilihanku hanya satu, karena kedua orang tuaku sangat yakin akan kemampuanku menembus salah satu sekolah favorit di Tasikmalaya: SMA Negeri 1! Benar juga, aku diterima di kelas X-2 SMA Negeri 1 Tasikmalaya. Alhamdulillah, aku tidak usah repot-repot menunggu angkot selama 12 tahun sekolah (sejak SD sd SMA), karena rumahku berada di pusat kota. Waktu berlalu, aku masuk ke kelas Fisik II, padahal pelajaran favoritku adalah Sejarah, Bahasa Inggris, dan PMP (sekarang PKn). Aku memilih jurusan itu karena gengsi dengan saingan rankingku ketika masih di SMP. Dia masuk kelas Fisika, masa aku tidak bisa. Apalagi image kelas Sosial tidak sebagus kelas Fisika dan kelas Biologi. Akhirnya karir rankingku hancur. Selama SMA, aku tidak pernah menandatangankan raport pada ayahku. Aku malu, rankingku jelek. Faktor salah memilih jurusan dan mulai pacaran adalah kambing hitam untuku. Mau gimana lagi, pola belajarku tetap kok. Kakak-kakaku juga terus memberi semangat, meskipun tidak secara langsung. Mereka memberiku buku-buku peninggalan mereka dengan menyelipkan tulisan yang memberi semangat. Tahun 1994, ayah tercintaku meninggal karena sakit. Beliau meninggal tepat ketika ada muktamar NU di Cipasung, sehingga jasad beliau baru bisa diberangkatkan ketika rombongan Presiden Suharto sudah lewat, dengan orang-orang masih di pinggir jalan. An unforgetable memory.